SHARE

Sahabat Mazq Tour yang tercinta di manapun Anda berada, kita bahas yuk salah satu wajib haji yaitu Tahallul. Pelan-pelan kami coba jelaskan kepada Anda agar bagi Anda yang ingin naik haji atau sudah mempunyai tabungan umroh untuk berangkat ke baitullah bisa paham seluk beluk Tahallul.

Menurut bahasa Tahallul berarti “menjadi boleh” atau “diperbolehkan”. Tahallul secara harfiah berarti diperbolehkannya jamaah haji dari larangan/ pantangan ihram (ihram : keadaan seseorang yang telah berniat untuk melaksanakan ibadah haji dan atau umrah dilakukan jamaah sebelum di miqat dan diakhiri dengan tahallul).

Jadi bisa disimpulkan bahwa Tahallul adalah keadaan seseorang yang telah dihalalkan (dibolehkan) melakukan perbuatan yang sebelumnya dilarang selama berihram. Semua Mazhab berpendapat bahwa tahallul merupakan wajib haji, hanya Syafi’iyah menganggapnya sebagai rukun haji, sebagai mana firman Allah dalam surat AL Fath ayat 27 :

لَقَدْ صَدَقَ اللَّهُ رَسُولَهُ الرُّؤْيَا بِالْحَقِّ لَتَدْخُلُنَّ الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ إِنْ شَاءَ اللَّهُ آمِنِينَ مُحَلِّقِينَ
رُءُوسَكُمْ وَمُقَصِّرِينَ لا تَخَافُونَ فَعَلِمَ مَا لَمْ تَعْلَمُوا فَجَعَلَ مِنْ دُونِ ذَلِكَ فَتْحًا قَرِيبًا

“Sungguh, Allah akan membuktikan kepada Rasul-Nya tentang kebenaran mimpinya bahwa kamu pasti akan memasuki Masjidilharam, jika Allah menghendaki dalam keadaan aman, dengan menggundul rambut kepala dan memendekkannya, sedang kamu tidak merasa takut. Maka Allah mengetahui apa yang tidak kamu ketahui, dan selain itu Dia telah memberikan kemenangan yang dekat.”

“Tahalul Bukan Sekedar Mencukur Rambut”

Tahallul dalam haji dan umrah disimbolkan dengan mencukur minimal 3 helai rambut. Bercukur adalah salah satu amalan haji atau umrah. Bercukur ini identik dengan amalan tahallul. Bercukur dilakukan dengan menggunting minimal 3 helai rambut dan disunahkah mencukur bersih atau gundul.

Jika seseorang sudah tahallul awal maka boleh melepas ihramnya dan telah terbebas dari larangan-larangan ihram kecuali melakukan hubungan suami-istri. Tahallul bukan sekedar mencukur rambut seperti yang dipahami banyak orang. Secara kasat mata, orang yang mencukur atau memotong rambutnya hanya menghilangkan bagian dari tubuhnya.

baca juga : Pahami Dulu Sa’i dan Sejarahnya Sebelum Haji atau Umroh

Namun sesungguhnya, nilai ritual ini tidak terletak pada pelaksanaan potong rambut, melainkan karena aktivitas ini telah dipilih Rasulullah SAW sebagai cara pelepasan diri dari hal-hal yang diharamkan dalam ihram.

Setelah semua prosesi haji selesai, seseorang diharapkan sudah memiliki pencerahan ilahiah, kesadaran ukhrawiah, dan amal perbuatan yang lebih bernuansa samawi (kelangitan). Ia telah menjadi manusia yang suci dan bersih.

Rambut adalah perhiasan atau mahkota bagi seseorang terutama wanita. Pada prosesi akhir haji, perhiasan ini harus dikorbankan dalam rangka mencari rida Allah SWT. Inilah makna keikhlasan yang mendalam.

Macam Tahallul

1. Tahallul Awal ialah keadaan seseorang yang telah melakukan dua dari tiga perbuatan yaitu :
a. Melontar Jumrah Aqobah
b. Thawaf Ifadhah dan Sa’i
c. Tahallul dengan Bercukur

Tata caranya yaitu dengan bercukur atau menggunting rambut yang dilakukan lebih awal ketika sudah sampai di Mina setelah mabit dari Muzdalifah pada 10 Zulhijjah, yang dilanjutkan dengan melontar Jumratul Aqabah.

Begitu jamaah haji sudah melakukan tahallul awal maka ia sudah boleh melepas ikhomnya dan dihalalkan bagi jemaah haji melakukan segala larangan ihram, kecuali hubungan suami isteri dan melakukan akad nikah.

Namun ada juga sebagian jamaah haji Indonesia yang melakukan dengan cara kedua dan ketiga. Cara ini memang lebih berat karena jamaah haji harus berangkat ke Mekkah.

Sementara kendaraan dari Mina ke Mekkah agak sulit, macet total. Kesulitan kedua, setelah selesai Tahallul di Masjidil Haram, jamaah juga harus segera kembali ke Mina lagi untuk melakukan mabit atau menginap dan melontah jumroh tanggal 11, 12 dan 13 Dzuhijjah.

Jamaah haji harus sudah sampai di Mina sebelum matahari tenggelam. Sebab apabila sampai di Mina setelah matahari tenggelam maka wajib membayar dam.

Jadi dalam sehari tersebut jamaah harus bolak – balik Mina – Mekkah – Mina. Kelebihan yang diperoleh adalah jamaah haji bisa melaksanakan sholat Ied Adha di Masjidil Haram.

2. Tahallul Akhir (Tsani) ialah melepaskan diri dari keadaan Ihram setelah melakukan secara lengkap ketiga-tiga ibadah berikut:
1. Melontar Jamratul Aqabah.
2. Bercukur dan Tawaf Ifadah,
3. Sai

Tahallul Tsani ini dilakukan para jemaah haji setelah melakukan thawaf dan sai haji, sekembalinya ke Makkah setelah selesai wukuf di Arofah. Yaitu setelah melakukan semua rukun haji termasuk satu wajib haji yaitu melontar Jamratul Aqabah, walaupun belum melontar tiga jamrah dan bermalam di Mina, maka halal semua larangan ihram termasuk hubungan suami istri.

Semoga bermanfaat.

Percayakan ibadah umroh Anda bersama kami. Selain paket umroh plus turki kami bulan ini memberikan paket Spesial Umrah plus Al Aqsha bersama @mazqtour Berangkat 13 – 25 Maret 2019

♦️Jakarta – Madinah – Mekkah – Jeddah – Jordan – Palestina – Jordan – Jakarta

♦️Akomodasi:
Grand Mercure, Madinah
Pullman Zamzam, Mekah
ST. George, Yerusalem
Cham Palace, Amman
Pesawat: Saudu Airline

♦️ Start from @ 3.295 $

Segala pemahaman tentang syarat umroh maupun panduan umroh berupa manasih umroh Anda dapatkan dengan pelayanan maksimal dari kami.

Segera daftarkan anda dan keluarga..
Kantor pusat Masqtour : Jl. WR Supratman no.102 Bandung. .
Hotline: 08112275767

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here