SHARE

Thawaf merupakan salah satu rukun haji dan umroh dan satu kegiatan yang dilakukan mengelilingi Ka’bah (posisi Ka’bah di sebelah kiri) sebanyak 7 kali. Tawaf ada yang namanya Tawaf Wada’ atau tawaf perpisahan.

Maksud perpisahan disini adalah memberikan pernghormatan untuk yang terakhir terhadap Masjidil Haram dan merupakan amalan terakhir bagi yang berhaji sebelum meninggalkan Mekkah. Thawaf wada’ ini dirasakan sangat berat bagi setiap jamaah haji, karena ia berada di detik-detik terakhir untuk meninggalkan tanah suci.

Ada maksud yang jarang dijelaskan yakni dalam thawaf wada’ adalah agar amalan yang dilakukan saat berhaji (selain yang dirukunkan) hendaknya diteruskan di tempat ia bertinggal.
Lantas bagaimana tata cara thawaf wada’ ini ? Inilah tata cara tawaf wada :

  1. Thawaf wada dilakukan dengan mengelilingi ka’bah 7 putaran dengan catatan posisi ka’bah berada di samping kiri jamaah).
    2. Diawali dan diakhiri ketika tubuh sejajar dengan Hajar Aswad.
    3. Tidak ada anjuran unruk melakukan shalat sunah thawaf.
    4. Setelah selesai thawaf wada’ diizinkan meninggalkan Baitullah dengan cara yang wajar tanpa harus berjalan mundur atau sambil menunduk.
    5. Dikenakan dam sebesar 1 ekor kambing bagi mereka yang sengaja meninggalkan thawaf wada ini maupun yang terlupa.

Nah ada pula tips yang mesti kamu perhatikan saat thawaf wada’ yaitu diusahakan tidak terburu-buru dan kalau bisa untuk menunda thawaf wada di hari ketiga hari tasyriq.

baca juga : Inilah Doa Khusus Diantara Rukun Yamani dan Hajar Aswad

Hal ini harus dilakukan agar tidak menimbulkan kepadatan dan bahaya karena berkumpulnya seluruh jamaah pada hari pertama dan kedua hari tasyriq.

Juga kami nasehatkan untuk menunda kepulangannya beberapa hari saja hingga sebagian jamaah haji sudah pulang, sehingga dia dapat menunaikan tawaf Wada dengan maksimal.
sumber terkait : islamqa.info dan islami.co

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here