SHARE

Assalamualaikum sahabat, kali ini artikel ini akan bermula dari satu Hadist Nabi Muhammad SAW di bawah ini tentang Negeri Syam.

Jibril datang kepadaku dengan membawa demam dan pes, aku menahan demam di Madinah dan aku lepaskan pes untuk negeri Syam, karena meninggal karena pes merupakan mati syahid bagi umatku, rahmat bagi mereka, sekaligus kehinaan bagi kaum kafir. (HR. Imam Ahmad).

Kata “pes” dalam sabda Nabi SAW diatas nama lainnya penyakit tho’un. Bagaimana sih penyakit thoun itu dan mengapa bisa orang-orang di negara Syam yang meninggal karenannya dianggap syahid ? Yuk kita bahas di artikel ini.

Syam atau Negeri Syam adalah tempat yang disebutkan dalam hadist Nabi SAW ini merupakan sebuah daerah yang terletak di timur Laut Mediterania, barat Sungai Efrat, utara Gurun Arab, dan sebelah selatan Pegunungan Taurus. Kawasan ini meliputi empat negara, yaitu Suriah yang merupakan pusat negeri Syam, Palestina sebagai kiblat pertama kaum muslimin, Lebanon, dan terakhir Yordania.

Didalam kamus al Mu’jam al Wasith disebutkan bahwa tho’un berarti penyakit bengkak yang mewabah yang disebabkan oleh tikus yang kemudian berpindah ke tikus lainnya melaui kutu-kutu hingga ke tubuh manusia.

Kata tho’un ini diungkapkan dalam tiga macam :

1. Tanda-tanda tho’un, inilah yang disebutkan oleh para dokter.

2. Kematian yang terjadi dikarenakan olehnya (tanda-tanda diatas), inilah yang dimaksud didalam hadits shahih,”Tho’un adalah (sebab) kematian syahid setiap muslim.”

3. Sebab yang mengakibatkan penyakit ini, terdapat didalam hadits shahih,”ia (tho’un) adalah sisa adzab yang dikirimkan kepada Bani Israil.” Disebutkan pula didalam sebuah hadits,”Ia (tho’un) adalah penyakit disebabkan musuh kalian dari kalangan jin.” (al Mausu’ah al Fiqhiyah juz II hal 10246)

Adapun mengapa kematian dikarenakan penyakit tho’un dianggap syahid sebagaimana kematian dikarenakan peperangan? Selain hadits-hadits diatas, maka ia juga disebutkan didalam riwayat Ahmad dengan sanad hasan dari ‘Utbah bin Abdus Sulamiy,

”Didatangkan orang-orang yang syahid dan juga orang-orang yang mati karena penyakit tho’un. Lalu orang-orang yang (mati) karena penyakit tho’un mengatakan,’Kami adalah para syuhada (orang-orang yang syahid).’ Lalu dikatakan,”Lihatlah… jika luka-luka mereka seperti luka-luka yang diderita para syuhada dengan mengalirkan darah dan mengeluarkan bau kesturi maka mereka adalah syuhada, dan itu pun terdapat pada mereka (para penderita tho’un).”

Didalam riwayat Bukhori dari Aisyah berkata,”Aku bertanya kepada Rasulullah saw tentang tho’un. Lalu Nabi Allah swt memberitahu bahwa ia adalah suatu adzab yang dikirim Allah kepada orang yang dikehendaki-Nya lalu Allah menjadikannya sebagai rahmat bagi orang-orang beriman. Tidaklah seorang hamba menderita penyakit tho’un lalu dia menetap di negerinya dengan kesabaran serta mengetahui bahwa tidaklah suatu musibah menimpa dirinya kecuali telah ditetapkan Allah atasnya kecuali dia akan diberikan ganjaran seperti ganjaran syahid.”

Dari penuturan hadits ditas dapat disimpulkan bahwa pahala syahid bagi orang menderita penyakit tho’un dikarenakan :

1. Orang itu tetap didalam kesabaran berada di lokasi tempat dia menderita penyakit tho’un itu dan tidak keluar dan lari darinya.

2. Orang itu menyadari bahwa tidaklah suatu musibah menimpa dirinya kecuali bahwa hal itu telah ditetapkan oleh Allah swt.

Seandainya seorang yang menderita penyakit tho’un menetap di tempatnya dan tidak keluar darinya dengan perasaan kesal dan menyesal menyangka bahwa seandainya dirinya keluar darinya tentu dia tidak akan menderita penyakit ini dan karena dirinya berada di tempatnyalah maka ia terkena penyakit ini. Maka orang yang seperti ini tidaklah mendapat pahala syahid walaupun mati karena penyakit tho’un.

baca juga : Karena Niat Kuat 2 Pria Berangkat Haji Naik Sepeda

Demikianlah pemahaman yang dimaksud dari hadits itu sebagaimana maksud dari perkataannya saw bahwa orang yang disifatkan dengan sifat-sifat yang telah disebutkan itu maka baginya pahala syahid walaupun mati bukan karena penyakit tho’un.

Adapun syahid dikarenakan penyakit tho’un maka di akherat dirinya akan mendapatkan pahala syahid sedangkan di dunia ia tetap dimandikan dan dishalatkan. (al Mausu’ah al Fiqhiyah juz II hal 10250). sumber : eramuslim.com

Wallahu A’lam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here