SHARE

Turki, jika kita bicara kota satu ini pasti bakal kebayang juga dengan segudang budaya nya yang sangat kental dengan islam. Salah satunya adalah konya, kota dengan keunikan dan sejarah peradaban Islam yang mencerminkan budaya negara ini.

Kota yang dikenal dengan sebutan kota sufi ini terletak di tengah-tengah Provinsi Anatolia, wilayah Turki yang masuk di benua Asia. Tidak jauh dari wilayah Kurdistan dan dekat dengan perbatasan Suriah dan Irak.

Menurut sejarah, “kota santrinya turki” ini merupakan ibukota Dinasti Seljuk pada abad ke 11. Lokasinya yang berada di tengah-tengah padang tandus Anatolia, membuat kota ini menjadi salah satu pusat perdagangan penting di Jalur Sutera.

Tanahnya yang subur di sekitar kota menjadikan Konya pusat industri gandum di Turki, dengan skala industri pertanian yang besar. Jika kita telusuri jejaknya jauh ke belakang lagi, Konya mulai dihuni manusia mulai dari 3000 Sebelum Masehi dan termasuk salah satu kota tertua di dunia.

Baca juga : Liburan Seru ke Cappadokya Seusai Pulang Umroh Yuk !

Nah untuk masalah kota tertua satu ini di awal kami sering sebut kota nya tokoh sufi, Yap Jalaluddin Rumi (1207-1273) adalah satu tokoh sufi terkemuka di dunia inilah yang membuat Konya menjadi sangat terkenal. Di sinilah tokoh tasawuf dan kesusastraan itu menghabiskan sebagian besar usianya hingga wafat.

Jalaludin Rumi atau dikenal pula dengan sebutan Mevlana (sebutan singkat bagi Rumi yang dalam Bahasa Turki yaitu Mawlana Jalal ad-Din Muhammad Balkhi-Rumi) adalah seorang pujangga sekaligus filsuf atau ahli tasawuf; sufi dari Persia.

Begitu banyak karya puisi yang dihasilkannya. Puisi tersebut disusun dengan berbagai bahasa seperti bahasa Persia, Turki, Arab bahkan Yunani. Kumpulan buku-buku karya Rumi banyak menginspirasi para pujangga di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Beliau lah penemu Whirling Dervish atau Tarian Darwis (tarian berputar ke arah terbalik jarum jam sambil mengucapkan kalimatullah). Tarian ini dianggap simbolisasi ajaran Sufisme Rumi, juga ritual khas untuk tarekat Mevlevi (sebutan bagi pengikut Mevlana) yang menggambarkan perpaduan kosmis yang artistik-dramatis.

Sepeninggal Rumi, barang-barang dan karya-karyanya disimpan di mausoleum (monumen makam yang ia bangun untuk ayahanda dan guru sufinya) yang telah dijadikan museum sejak tahun 1926, saat Attaturk berkuasa di Turki. Bangunan ini dahulu digunakan sebagai pemondokan para darwis.

Hingga sekarang masih menjadi pusat pembelajaran dan pengajaran sufi dan salah satu atraksi wisata utama yang wajib dikunjungi. Di museum Mevlana (yang juga berfungsi sebagai masjid) ini, sobat bisa menyaksikan beberapa makam yang sangat terawat dengan baik.

Bahkan sahabat bisa melihat Al Qur’an kuno dengan tinta emas yang mengagumkan. Puisi-puisi Mevlana dalam tulisan Arab disimpan didalam kotak kaca. Selain itu, di beberapa bangunan museum juga terdapat patung lilin yang dibuat menyerupai para sufi waktu itu dengan tarian sufinya.

Nah, mungkin demikian dulu ya sobat sedikit pemaparan tentang ‘sesuatu’ dari kota Konya. Jika berkesempatan main ke Konya, jangan lupa bagikan kebaikan apa saja yang sobat dapat di sana ya. Wassalamualaikum wr wb.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here