SHARE

Assalamualaikum wr wb. Namanya manusia memang tidak lepas dari yang namanya konflik. Itupun terjadi pada para sahabat Nabi Muhammad SAW, ketika sahabat Abu Bakar as-Shidiq radhiyallahu ‘anhu dan Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu.

Dikisahkan dari beberapa hadist, saat itu terlihat dari kejauhan Abu Bakar as-Shidiq tampak tergesa-gesa mendekati Rasulullah Muhammad SAW. Saking gelisahnya, pria yang kelak menjadi khalfiah pertama selepas kepergian Nabi itu menyingsingkan kain yang dikenakannya hingga sebatas lutut. Kepada sahabat Abu Darda yang tengah bersamanya, Nabi berkata, “Sahabatmu (Abu Bakar) itu, baru saja berselisih paham.”

baca juga : Hari Asyura, Catatan Sejarah Kemenangan Orang-orang yang Beriman

Tak begitu lama, Abu Bakar berada di hadapan Rasul, dengan terengah-engah ia berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya antara diriku dan Umar ibn Khattab telah terlibat perselisihan kecil. Tadi aku keburu memarahinya, sementara kini aku sangat menyesalinya. Karena itu aku bermaksud meminta maaf kepadanya; namun ia menolak. Sebab itu pula, Ya Rasul, aku menemuimu.”

“Allah SWT mengampunimu, wahai Abu Bakar,” Nabi menjawabi dengan mengulanginya sebanyak tiga kali. Di sudut lain, Umar berubah pikiran dan menyesal telah menolak perimintaan maaf Abu Bakar. Seketika ia langsung mendatangi kediaman sahabat bernama lengkap Abdullah bin Abi Quhafah itu, dan menanyakan kepada keluarganya, “Apa Abu Bakar ada?,” penghuni rumah menjawabnya “Tidak ada.”

Serupa dengan apa yang telah dilakukan Abu Bakar, Umar pun lantas memilih untuk mendatangi dan melaporkannya kepada Nabi. Dengan setengah berlari sahabat berjuluk Al-Faruq itu akhirnya tiba di hadapan Rasul. Namun saat melihat kedatangan Umar, wajah Nabi sedikit berubah; seolah ada sedikit kesal di dalam dadanya.

Ketika Nabi dan Umar telah berhadapan, Abu Bakar gusar. Ia takut jika Rasulullah memarahi Umar. Dengan segera Abu Bakar berbalik dan berlutut di hadapan Nabi, sembari berkata, “Wahai utusan Allah, demi Allah, aku yang telah berbuat zalim (kepada Umar).” Abu Bakar mengulanginya hingga dua kali.

“Allah mengutusku kepada kalian!,” kata Nabi. “Lalu kalian (dulu) mengatakan, ‘Engkau (wahai Muhammad) berdusta!’, tetapi Abu Bakar berkata, ‘Ia (Muhammad) benar!’. Ia telah melindungiku dengan diri dan hartanya. Bisakah kalian membiarkan sahabatku ini bersamaku (tidak melukai hatinya)?,” ungkap Nabi.

Semenjak Rasululullah mengulangi sabdanya itu sebanyak dua kali, tiada lagi perseteruan yang terjadi di antara dua sahabat terbaik Nabi. Sumber: Disarikan dari hadits No. 3661 (Sahih Bukhari)

Indahnya akhlak Rasulullah menghadapi perselisihan yang terjadi antara para sahabatnya dengan bijaksana. Inilah yang patut kita contoh dalam kehidupan sehari-hari. Semoga Allah menerima ibadah kita dengan membaca kisah ini serta segera memampukan kita semua untuk memenuhi panggilan-Nya untuk umrah & haji … Aamiiin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here