SHARE

Sahabat, bagaimana kabar Anda hari ini ? Salam dan rahmat semoga selalu tercurah kepada Anda sekalian. Adzan adalah hal yang biasa bagi kita sehari-hari dengarkan. Adzan yang merupakan dan mengingatkan panggilan bagi umat Islam untuk memberitahu masuknya shalat lima waktu.

baca juga : 4 Muadzin Rasulullah SAW selain Billal bin Rabbah

Yuk kita cari tau bersama sejarah adzan agar menambah pengetahuan islam kita. Adzan disyariatkan pada zaman Rasulullah SAW. Mulanya Rasulullah SAW mengajak para sahabat untuk bermusyawarah tentang bagaimana cara memberitahu umat muslim bahwa waktu shalat telah tiba. Berbagai usulan dikemukakan oleh sahabat.

  1. Ada sahabat yang mengusulkan dengan dikibarkannya bendera sebagai tanda waktu salat telah masuk. Apabila benderanya telah berkibar, hendaklah orang yang melihatnya memberitahu kepada umum.
  2. Ada juga yang mengusulkan supaya ditiup trompet seperti yang biasa dilakukan oleh pemeluk agama Yahudi.
  3. Ada lagi yang mengusulkan supaya dibunyikan lonceng seperti yang biasa dilakukan oleh orang Nasrani.
  4. Ada seorang sahabat yang menyarankan bahwa manakala waktu salat tiba, maka segera dinyalakan api pada tempat yang tinggi di mana orang-orang bisa dengan mudah melihat ke tempat itu, atau setidaknya, asapnya bisa dilihat orang walaupun berada di tempat yang jauh. Yang melihat api itu, hendaklah datang menghadiri salat berjamaah.

Namun semua usulan diatas ditolak oleh Nabi. Sampai suatu kejadian, Abdullah bin Zaid bermimpi melihat ada seseorang sedang menenteng sebuah lonceng. Abdullah bin Zaid mendekati orang itu dan bertanya kepadanya, “apakah engkau bermaksud akan menjual lonceng itu? Jika memang begitu, aku memintanya untuk menjual kepadaku saja”.

Orang tersebut justru bertanya,” Untuk apa?” Abdullah bin Zaid menjawab, “Bahwa dengan membunyikan lonceng itu, kami dapat memanggil kaum muslim untuk menunaikan salat”. Orang itu berkata lagi, “Maukah kamu kuajari cara yang lebih baik? dan kembali Abdullah bin Zaid menjawab, “ya” dan dia berkata lagi dengan suara yang amat lantang:

Allahu Akbar Allahu Akbar
Asyhadu alla ilaha illallah
Asyhadu anna Muhammadar Rasulullah
Hayya ‘alash sholah (2 kali)
Hayya ‘alal falah (2 kali)
Allahu Akbar Allahu Akbar
La ilaha illallah

Ketika esoknya Abdullah bin Zaid bangun, ia menemui Nabi Muhammad S.A.W, dan menceritakan perihal mimpi itu kepadanya, kemudian Nabi Muhammad S.A.W, berkata, “Itu mimpi yang sebetulnya nyata.

Berdirilah disamping Bilal dan ajarilah dia bagaimana mengucapkan kalimat itu. Dia harus mengumandangkan adzan seperti itu dan dia memiliki suara yang amat lantang.” Lalu akupun melakukan hal itu bersama Bilal.” Rupanya, mimpi serupa dialami pula oleh Umar.

Demikianlah sejarah Adzan yang bisa kita rangkum untuk Anda. Dengan adanya pengetahuan seperti ini, semoga kita semakin rajin dan giat lagi dalam ibadah kita, amiin. Kami sebagai travel umroh sangat mengapresiasi Anda jika bersedia membagikan artikel ini kepada teman-teman Anda agar semakin bermanfaat luas.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here