SHARE

Assalamualaikum sahabat, dari artikel yang lalu kami sering sematkan umroh plus jepang akan tetapi belum pernah membahas seputar jepang, ieu kumaha wkk. Jadi sebagai permintaan maaf kami, artikel ini disuguhkan untuk sahabat pembaca 🙂 silahkan dinikmati 😉

Jepang dan islam bisa dikatakan memiliki hubungan yang dibilang baru dibanding negara lain di dunia. Buktinya tak ada catatan dan rekaman sejarah yang jelas mengenai kontak islam di Jepang.
Ada sedikit hubungan tersembunyi antara penduduk-penduduk Jepang dengan orang-orang Muslim dari negara lain sebelum tahun 1868.

Agama Islam diketahui untuk pertama kali oleh penduduk Jepang pada tahun 1877 (menurut wikipedia) sebagai sebagian pemikiran agama barat dan pada sekitar tahun itu, kehidupan Nabi Muhammad diterjemahkan dalam Bahasa Jepang yang membantu agama Islam menempatkan diri dalam pemikiran intelek orang Jepang namun sayangnya hanya sebagai satu pengetahuan dan pemikiran.

baca juga ya : Tips Packing yang mudah dan cepat

Satu lagi rekaman sejarah yang penting dibuat pada tahun 1890 ketika Turki Usmaniyah mengirim utusan yang menumpang sebuah kapal yang dinamakan “Ertugrul” ke Jepang untuk tujuan menjalin hubungan diplomatik antara kedua negara serta untuk saling memperkenalkan orang Muslim dan orang Jepang. Kapal ertugrul yang membawa 609 orang penumpang dalam pelayaran pulang ke negara mereka tenggelam dengan 540 penumpang tewas.

Mitsutaro Takaoka dan Bumparo Ariga adalah 2 orang Jepang Muslim pertama kali. Mitsutaro Takaoka yang memeluk Islam pada tahun 1909 dan mengambil nama Omar Yamaoka setelah menunaikan haji di Mekah, serta Bumpachiro Ariga yang pada masa yang lebih kurang sama telah pergi ke India untuk berdagang dan kemudian memeluk Islam di bawah pengaruh orang-orang Muslim di sana serta mengambil nama Ahmad Ariga.

Pelarian Muslim dari pengaruh Revolusi Bolshevik saat Perang Dunia 1 dari Turki, Uzbekistan, Tajikistan, Kirghizstan, Kazakhstan dan Tatar Turki yang lain dari Asia Tengah dan Rusia diberikan perlindungan di Jepang menetap di beberapa pelabuhan utama di sekitar Jepang dan mendirikan komunitas-komunitas Islam. Segelintir orang Jepang memeluk Islam melalui hubungan mereka dengan orang-orang Muslim ini.

Dengan pembentukan komunitas-komunitas Muslim ini, beberapa buah masjid telah didirikan. Masjid yang paling penting di antaranya ialah Masjid Kobe yang didirikan pada tahun 1935, dan Masjid Tokyo yang didirikan pada tahun 1938. Bagaimanapun, orang Jepang Muslim tidak mengambil bagian dalam pengelolaan masjid-masjid ini dan tidak terdapat orang Jepang yang menjadi imam, dengan pengecualian Syaikh Ibrahim Sawada, imam pada Ahlulbayt Islamic Centre di Tokyo.

Alhamdulillah kabar yang membahagiakan datang kalau setiap hari umat Islam bertambah di Jepang. Dr Zakaria Ziyad, kepala Lembaga Kaum Muslimin (LKM), di Jepang mengungkapkan bahwa di Islamic Center yang terletak di ibukota Jepang, Tokyo tengah merintis pendirian sekolah Islam pertama di Jepang. Ia menambahkan, sebagian data statistik menunjukkan, dalam sehari, sekitar 10 warga negara Jepang masuk Islam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here