SHARE

Assalamualaikum sahabat. Bagi kita yang belum pernah melakukan sesuatu pasti timbul rasa ingin tahu yang tinggi. Begitu pula halnya dengan umroh. Kali ini coba secara lengkap akan kami jelaskan gambaran prosesi umroh untuk Anda.

Sebenarnya prosesi umroh akan dijelaskan sebelumnya dalam manasik umroh. Bahasa lain manasik bisa kita artikan sebagai gladi bersih. Jadi akan dipersiapkan sebelumnya untuk pelatihan umroh dan jika Anda mendaftar umroh di MazQ Tour, manasik umroh ini GRATIS.

Yap benar, ketika melaksanakan kegiatan manasik umroh tidak dikenakan biaya tambahan. Manasik umrah sudah ternasuk fasilitas yang didapat oleh jamaah umroh yaitu pembimbing umroh (muttawif) dan juga manasik.

Berikut gambaran singkat prosesi umroh :

1. Ihram
2. Thowaf
3. Sa’i
4. Tahallul
5. Tertib

1. Ihram

  • Sebelum berihram
    Jika seseorang akan melaksanakan umrah, dianjurkan untuk mempersiapkan diri sebelum berihram dengan mandi sebagaimana seorang yang mandi junub (mandi besar), memakai wangi-wangian yang terbaik jika ada (wangi-wangian untuk tubuh dan tidak boleh mengenai pakaian ihram) dan memakai pakaian ihram.
  • Pakaian ihram bagi laki-laki berupa dua lembar kain ihram yang berfungsi sebagai sarung dan penutup pundak.
  • Adapun wanita, ia memakai pakaian yang telah disyari’atkan yang menutupi seluruh tubuhnya, namun tidak dibenarkan memakai cadar/niqab (penutup wajahnya) dan tidak dibolehkan memakai sarung tangan.
  • Berihram dari miqat untuk umrah dengan mengucapkan:

لَبَّيْكَ عُمْرَةً , اَللَّهُمَّ هَذِهِ عُمْرَة لاَ رِيَاءَ فِيْهَا وَ لاَ سُمْعَة

Artinya : Aku penuhi panggilanMu (ya Allah untuk melaksanakan ibadah) umrah. Ya Allah, ini adalah umrah yang tidak ada riya (ingin dilihat) dan sum’ah (ingin didengar) di dalamnya.? (HR. Bukhari dan Al-Baihaqi).

baca juga : Bagaimana sih Memakai Kain Ihram Yang Benar ??

  • Jika khawatir tidak dapat menyelesaikan umrah karena sakit atau adanya penghalang lain, maka dibolehkan mengucapkan persyaratan setelah mengucapkan kalimat diatas dengan mengatakan:

إِنْ حَبَسَنِيْ حَابِسٌ فَمَحِلِّيْ حَيْثُ حَبَسْتَنِيْ

Jika ada halangan yang menghalangiku maka tempat tahallulku adalah dimana Engkau menahan aku.  (HR. Bukhari dan Muslim).
Dengan mengucapkan persyaratan ini -baik dalam umrah maupun ketika haji-, jika seseorang terhalang untuk menyempurnakan manasiknya, maka dia diperbolehkan bertahallul dan tidak wajib membayar dam (menyembelih seekor kambing).

  • Tidak ada shalat khusus untuk berihram, namun jika bertepatan dengan waktu shalat wajib, maka shalatlah lalu berihram setelah shalat. Atau shalat sunnah wudhu. Kecuali jika miqatnya dari Madinah (Dzul Hulaifah atau Bir Ali) maka disunnahkan shalat dua raka’at dikarenakan keistimewaan dan barokah tempat tersebut. (HR. Bukhari dan Abu Dawud)
  • Setelah mengucapkan “talbiyah umrah” (pada point ke tiga), dilanjutkan dengan membaca dan memperbanyak talbiyah berikut ini, sambil mengeraskan suara hingga tiba di Makkah.

لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ، لَبَّيْكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ لَبَّيْكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ

Artinya : Aku memenuhi panggilanMu, ya Allah aku memenuhi panggilanMu. Aku memenuhi panggilanMu, tiada sekutu bagiMu, aku memenuhi panggilanMu. Sesungguhnya pujaan dan nikmat adalah milikMu, begitu juga kerajaan, tiada sekutu bagiMu.? (HR. Bukhari dan Muslim).

  • Masuk Masjidil Haram dengan mendahulukan kaki kanan sambil membaca do’a masuk masjid:

أَعُوْذُ بِاللهِ الْعَظِيْمِ، وَبِوَجْهِهِ الْكَرِيْمِ، وَسُلْطَانِهِ الْقَدِيْمِ، مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ، بِسْمِ اللهِ، وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ اَللَّهُمَّ اغْفِرْلِي ذُنُوْبِي وَ افْتَحْ لِيْ أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ

Artinya : Aku berlindung kepada Allah Yang Maha Agung, dengan wajahNya Yang Mulia dan kekuasaanNya yang abadi, dari setan yang terkutuk. Dengan nama Allah dan semoga shalawat dan salam tercurahkan kepada Rasulullah. Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku dan bukalah pintu-pintu rahmatMu untukku.
(HR. Abu Dawud, Ibnu As-Sunni, Abu Dawud, Muslim, Sunan Ibnu Majah)

  • Mengangkat kedua tangan ketika melihat Ka’bah sambil membaca:

اَلَّلهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ وَ مِنْكَ السَّلاَمُ فَحَيِّنَا رَبَّنَا بِالسَّلاَمِ

Ya Allah, Engkau adalah As-Salaam (Maha Penebar Kesejahteraan lagi selamat dari segala cacat dan kekurangan) dan dariMu kesejahteraan, maka hidupkanlah kami wahai Rabb kami dengan kesejahteraan. (Atsar Ibnu Abbas, riwayat Ibnu Abi Syaibah, Al-Baihaqi dll dengan sanad sahih).

2. Thowaf

1. Menuju ke Hajar Aswad, lalu menghadapnya sambil membaca:

بِسْمِ اللهِ وَ اللهُ أَكْبَر

Artinya : Dengan nama Allah dan Allah Maha Besar.? (HR. Bukhari, Al-Baihaqi dll)

Kemudian mengusapnya dengan tangan kanan dan menciumnya, jika tidak memungkinkan untuk menciumnya, maka cukup dengan mengusapnya, lalu mencium tangan yang mengusap Hajar Aswad. Jika tidak memungkinkan untuk mengusapnya, maka cukup dengan memberi isyarat kepadanya dengan tangan, namun tidak mencium tangan yang memberi isyarat.

2. Kemudian memulai thowaf umrah tujuh putaran, dimulai dari Hajar Aswad dan berakhir di Hajar Aswad pula.

3. Dan disunnahkan berlari-lari kecil (raml) pada tiga putaran pertama dan berjalan biasa pada empat putaran terakhir.

4. Disunnahkan membuka bahu kanan (idhtiba’) bagi laki-laki selama thawaf umrah ini.

5. Disunnahkan pula mengusap Rukun Yamani pada setiap putaran thawaf, namun tidak dianjurkan menciumnya, dan apabila tidak memungkinkan untuk meng-usapnya, maka tidak perlu memberi isyarat dengan tangan.

6. Ketika berada di antara RukunYamani dan Hajar Aswad, disunnahkan membaca:

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّار

Artinya : Wahai Tuhan kami! Berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan selamatkanlah kami dari siksa api Neraka. (HR. Abu Dawud dll dengan sanad sahih).

7. Setelah thawaf, menutup kedua pundaknya, lalu menuju ke maqam Ibrahim sambil membaca:

Wat takhidzuu mim Maqoomi Ibroohima mushollaa

Dan jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim tempat shalat. (QS. Al-Baqarah: 125. HR. Muslim)

8. Shalat sunnah thawaf dua rakaat di belakang maqam Ibrahim, pada rakaat per-tama setelah membaca surat al-Fatihah, membaca surat Al-Kaafiruun. Dan pada rakaat kedua setelah membaca al-Fatihah membaca surat Al-Ikhlash.

9. Setelah shalat, disunnahkan minum air zam-zam dan menyirami kepala dengannya.

10. Kembali ke Hajar Aswad, bertakbir lalu mengusap dan menciumnya, jika hal itu memungkinkan, atau mengusapnya atau memberi isyarat kepadanya.

3. Sa’i

1. Kemudian menuju ke bukit Shafa untuk melaksanakan Sa’i umrah, dan jika telah mendekat Shafa membaca:

إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِ فَمَنْ حَجَّ الْبَيْتَ أَوِ اعْتَمَرَ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِ أَنْ يَطَّوَّفَ بِهِمَا وَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَإِنَّ اللَّهَ شَاكِرٌ عَلِيمٌ

Abda’u bimaa bada’a Alloohu bih

Artinya : Sesungguhnya Shafaa dan Marwah adalah sebahagian dari syi’ar Allah. Maka barangsiapa yang beribadah haji ke Baitullah atau ber-’umrah, maka tidak ada dosa baginya mengerjakan sa’i antara keduanya. Dan barangsiapa yang mengerjakan suatu kebajikan dengan kerelaan hati, maka sesungguhnya Allah Maha Mensyukuri kebaikan lagi Maha Mengetahui.? (QS. Al-Baqarah: 158)
Aku memulai dengan apa yang Allah memulai dengannya (memulai sa’i dari Shafaa menuju Marwah). (HR. Muslim).

2. Menaiki bukit Shafa lalu menghadap ke arah Ka’bah hingga melihatnya, jika hal itu memungkinkan, kemudian membaca:

اَللهُ أَكْبَر, اَللهُ أَكْبَر, اَللهُ أَكْبَر, لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، يُحِْيى وَ يُمِيْتُ, وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ أَنْجَزَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ اْلأَحْزَابَ وَحْدَهُ

Artinya : Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, Yang Maha Esa, Tiada sekutu bagiNya. BagiNya kerajaan dan pujian. Dia Menghidupkan dan Mematikan. Dia-lah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu. Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah Yang Maha Esa, Tiada sekutu bagiNya, yang melaksanakan janjiNya, membela hambaNya (Muhammad صلى ا لله عليه وسلم) dan mengalahkan golongan musuh sendirian.? (HR. Muslim, An-Nasa’i dan Ibnu Majah).

3. Bacaan ini dilakukan/diulangi tiga kali dan berdo’a di antara pengulangan-pengulangan itu dengan do’a apa saja yang dikehendaki.

4. Lalu turun dari Shafa dan berjalan menuju ke Marwah.

5. Disunnahkan berlari-lari kecil dengan cepat dan sungguh-sungguh di antara dua tanda lampu hijau yang berada di Mas’a (tempat sa’i), lalu berjalan biasa menuju Marwah dan menaikinya.

6. Setibanya di Marwah, kerjakanlah apa-apa yang dikerjakan di Shafa, yaitu menghadap kiblat, bertakbir, membaca dzikir pada point no. 2 dan berdo’a dengan do’a apa saja yang dikehendaki, perjalanan ini (dari Shafa ke Marwah) dihitung satu putaran.

7. Kemudian turunlah, lalu menuju ke Shafa dengan berjalan ditempat yang ditentukan untuk berjalan dan berlari ditempat yang ditentukan untuk berlari, lalu naik ke Shafa dan lakukan seperti semula, dengan demikian terhitung dua putaran.

8. Lakukan hal ini sampai tujuh kali dengan berakhir di Marwah.

9. Ketika sa’i, tidak ada dzikir-dzikir tertentu, maka boleh berdzikir, berdo’a atau membaca bacaan-bacaan yang dikehendaki.
10. Jika membaca do’a ini:

رَبِّ اغْفِرْ وَ ارْحَمْ إِنَّكَ أَنْتَ اْلأَعَزُّ اْلأَكْرَم

Artinya : Ya Tuhan, ampuni dan sayangi (hamba), sesungguhnya Engkau adalah Yang Maha Perkasa lagi Maha Mulia. (Doa Ibnu Umar dan Ibnu Mas’ud, riwayat Ibnu Abi Syaibah dengan sanad sahih).

4. Tahallul

1. Setelah sa’i, maka bertahallul dengan memendekkan seluruh rambut kepala atau mencukur gundul, dan yang mencukur gundul itulah yang lebih afdhal. Adapun bagi wanita, cukup dengan memotong rambutnya sepanjang satu ruas jari.

2. Setelah memotong/mencukur rambut, maka berakhirlah ibadah umrah dan anda telah dihalalkan/dibolehkan untuk mengerjakan hal-hal yang tadinya dilarang ketika dalam keadaan ihram.

5. Tertib

Sesuai dengan urutan.

Itulah prosesi umroh secara lengkap yang nantinya juga akan dipraktikan langsung di manasik umroh bersama Mazq Tour. Kami adalah penyedia paket umroh, umroh plus dan haji khusus. Berangkat bersama keluarga, pilih paket umroh keluarga Mazq Tour, hubungi kami di nomor call center : 022-723 3307, WhatsApp : 08112033382.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here