SHARE

Assalamualaikum sahabat MazQ Tour tercinta. Tak bosan kami dalam awal artikel ini mengajak Anda untuk menikmati renungan kenapa hati kita tidak tergerak untuk segera melaksanakan haji dan umroh.

Untuk Anda yang diberikan kecukupan baik finansial, kesehatan dan lain-lain, sadarilah Anda salah satu dari sekian milyar Muslim di dunia yang sangat beruntung dan wajib Anda bersyukur.

Bersyukur bukan hanya mengucapkan Alhamdulillah ataupun mengadakan syukuran dsb, tetapi bersyukur dengan melaksanakan apa yang Allah ridhoi salah satunya melaksanakan haji dan umrah. Kami sebagai travel umroh dari bandung bernama MazQ Tour menyediakan paket umroh terlengkap untuk Anda.

Dari mulai pendaftaran paket umroh 2018 dan biaya haji, persiapan hingga keberangkatan akan kami layani dengan maksimal. Persiapan seperti manasik umroh akan kami berikan pelajaran tentang tata cara umroh, rukun umroh dan segala macam aturan dan apa yang harus kita lakukan selama umroh nantinya.

Begitu pula pengetahuan islam seperti yang di bawah ini kami jelaskan tentang siapa saja muadzin Rasulullah SAW selain sahabat bilal bin Rabbah. Part 1 sudah publish terlebih dahulu, bisa Anda baca di link berikut ini : Part 1 Muadzin Rasulullah

Saad al-Qarazh

Saad al-Qarazh adalah mantan budak Ammar bin Yasir. Ia muadzin Rasulullah ﷺ di Masjid Quba. Ada cerita tersendiri pada laqob al-Qarazh pada nama Saad. Diriwayatkan oleh al-Baghawi bahwasanya Saad pernah mengadu kepada Rasulullah ﷺ tentang sulitnya perkonomiannya.

Nabi ﷺ memberi masukan agar ia berdagang. Lalu, ia pergi ke pasar dan membeli sedikit al-Qarazh (daun pohon yang dapat dibuat untuk menyamak). Kemudian ia jual lagi. Dari penjualan itu, ia mendapat keuntungan yang banyak. Ia pergi menemui Nabi ﷺ untuk mengabarkan hal ini. Beliau ﷺ menasihati agar ia menekuni perdagangannya.

Di zaman Rasulullah ﷺ, Saad merupakan muadzin di Masjid Quba. Pada masa pemerintahan Abu Bakar, sang Khalifah menugaskannya untuk adzan di Masjid an-Nabawi. Karena Bilal tak mau lagi menjadi muadzin setelah Rasulullah ﷺ wafat. Setelah Saad wafat, anaknya melanjutkan rutinitas sang ayah. Mengumandangkan adzan di masjid Nabi (al-Ishabah fi Tamyiz ash-Shahabah, Juz: 3 Hal: 65).

Ziyad bin al-Harits ash-Shuda-i

Sebagian ahli fikih menyatakan bahwa Ziyad juga termasuk muadzin Rasulullah ﷺ. Berdasarkan hadits riwayat Imam Ahmad dalam Musnad-nya bahwa Ziyad pernah adzan di hadapan Nabi ﷺ. Tapi hadits tersebut tidak shahih. Kelima nama inilah yang dikumpulkan oleh Syaikh at-Tawudi bin Saudah dalam syairnya:

عمرو بلال و أبو محذورة
سعد زياد خمسة مذكورة
قد أذنوا جميعهم للمصطفى
نالوا بذاك رتبة و شرفا

Amr, Bilal, dan Abu Mahdzurah
Saad, Ziyad, lima orang yang disebut
Semuanya beradzan atas perintah al-Musthafa
Mereka mencapai derajat dan kemuliaan karena amalan tersebut

Artikel ini perlu kami publish di blog ini dari penulis asli dan kami tidak ingin hak cipta penulis milik beliau kami ambil. Link asli dari artikel Muadzin Rasulullah SAW ini bisa Anda akses di alamat link berikut : https://kisahmuslim.com/5767-muadzin-muadzin-rasulullah.html

Semoga bermanfaat 🙂
Share GRATIS !!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here