SHARE

Mu’adzin kata ini sudah sering kita dengar. Yap arti dari Muadzin adalah pengumandang adzan. Adzan yang diperuntukan untuk memanggil kaum muslimin pertanda datangnya waktu sholat 5 waktu. Nah muadzin-muadzin siapa saja ya yang menjadi muadzin di jaman Rasulullah ﷺ ? Kita bahas satu per satu.

Nama sahabat Bilal bin Rabah terkenal karena dia merupakan orang pertama yang mengumandangkan adzan. Beliau merupakan orang yang pertama-tama memeluk Islam setelah sebelumnya menjadi budak dan merasakan siksaan Quraisy di awal datangnya agama suci ini.

Ia menjadi muadzin Rasulullah ﷺ sepanjang hidup Nabi. Namun apakah sahabat tau sejarah dan siapa saja pengumandang adzan pada zaman Rasulullah SAW selain Bilal bin Rabbah ?

Ibnu Ummi Maktum

Beliau adalah muadzin Rasulullah ﷺ di Madinah. Bernama asli Amr bin Qays bin Zaidah bin al-Asham. Beliau memeluk Islam di Mekkah. Walaupun buta, tapi Amr termasuk orang yang pertama menyambut seruan Nabi ﷺ hijrah ke Madinah.

Diriwayatkan dari jalan Ibnu Ishaq dari al-Barra, ia berkata, “Yang pertama datang kepada kami adalah Mush’ab bin Umair. Kemudian datang Ibnu Ummi Maktum. Rasulullah mengangkatnya sebagai pemimpin Madinah apabila pergi berperang. Ia mengimami masyarakat.” (al-Ishabah fi Tamyiz ash-Shahabah, Juz: 4 Hal: 495).

baca juga : Kamu Harus Tahu !! Asal usul Adzan dari jaman Rasulullah SAW

Abu Mahdzurah

Beliau adalah orang pertama yang mengumandakan adzan setelah Rasulullah meninggalkan Mekah menuju Madinah.  Namanya adalah Aus bin Mughirah al-Jumahi. Rasulullah ﷺ memerintahkannya untuk mengumandangkan adzan di Mekah sekembalinya beliau dari Hunain.

Dikisahkan ketika Mekkah berhasil ditaklukkan kaum muslimin, Rasulullah ﷺ memerintahkan Bilal untuk mengumandangkan adzan dari atas Ka’bah. Sebagian pemuda Quraisy, yang masih belum lapang dada menerima Islam, menirukan suara Bilal. Mereka marah dan bermaksud mengejeknya.

Sampai salah seorang pemuda yang bernama Abu Mahdzurah al-Jumahi pun meniru-niru adzan Bilal. Abu Mahdzurah, pemuda 16 tahun, termasuk orang Quraisy yang paling merdu suaranya. Saat ia mengangkat suara mengumandangkan adzan dengan maksud ejekan, Rasulullah ﷺ mendengarnya.

Nabi memanggilnya dan mendudukkannya di hadapan beliau. Abu Mahdzurah menyangka inilah akhir riwayat hidupnya karena ulahnya itu. Tapi, Rasulullah ﷺ malah mengusap dada dan ubun-ubun pemuda itu dengan tangan beliau yang mulia.

Abu Mahdzurah mengatakan, “Demi Allah, hatiku terasa dipenuhi keimanan dan keyakinan. Dan aku meyakini bahwa ia adalah utusan Allah.” (as-Suhaili dalam ar-Raudh al-Unfu Juz: 7 Hal: 239).

Setelah Abu Mahdzurah beriman, Rasulullah ﷺ mengajarinya adzan. Ia terus menjadi muadzin di Masjid al-Haram hingga akhir hayatnya. Kemudian dilanjutkan oleh keturunan-keturunannya hingga waktu yang lama. Ada yang mengatakan hingga masa Imam asy-Syafi’i. sumber : kisahmuslim.com

Baru 2 yang kami jelaskan ada 2 lagi yang akan kami tulis di part kedua nya. So, stay tune di blog MazQ Tour untuk kisah dan pengetahuan seputar islam. Blog ini menuliskan hal-hal seputar fiqih haji dan umroh, kisah sahabat nabi, tempat wisata halal di seluruh dunia dan info umroh plus turki.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here