SHARE

Tawaf ialah mengelilingi Kabah tujuh putaran yang dimulai dari Hajar Aswad sampai ke Hajar Aswad yang dihitung satu putaran dan memiliki beberapa syarat lainnya agar sah tawafnya seseorang. Beberapa syarat Tawaf diantaranya:

  • Suci dari hadast besar, kecil, najis baik di badan maupun pakaian. Wanita haid tidak disarankan tawaf.
  • Menutup aurat dan menyempurnakan tawaf tujuh putaran.
  • Tawaf terus menerus tanpa berhenti kecuali ada sebab; batal kemudian berwudlu dan meneruskan sisa putaran, ketika salat fardu didirikan dan boleh stirahat bagi yang lelah.

Ada 4 macam tawaf yang mesti Anda tau sahabat sebelum berangkat umroh atau haji, apa saja ya ? Yuk simak satu per satu.

Tawaf Qudum

Merupakan tawaf pertama yang dilakukan ketika kita tiba di Mekah. Nama lain dari Tawaf Qudum adalah Tawaf Dukhul yaitu tawaf pembuka atau tawaf selamat datang. Setiap kali memasuki Masjidil Haram, Nabi Muhammad SAW lebih dulu melakukan Tawaf sebagai pengganti shalat Tahiyyatul Masjid.

Dari peristiwa ini maka disebut juga Tawaf Masjidil Haram. Hukum melaksanakan Tawaf Qudum adalah Sunat, maka apabila tidak melaksanakan Tawaf Qudum tidak membatalkan Ibadah haji ataupun umroh.

Bagi wanita, melaksanakan Tawaf Qudum tidak perlu berlari – lari kecil karena cukup dengan berjalan biasa. Tawaf Qudum ini juga boleh tidak disambung dengan Sa’i, tetapi bila disambung maka Sa’inya sudah termasuk Sa’i haji.

Oleh karena itu waktu Tawaf Ifadah jama’ah tidak perlu lagi melakukan Sa’i.Bagi wanita yang sedang haid atau Nifas dilarang melakukan Thawaf Qudum.

Baca juga : 8 Adab Mencium Hajar Aswad

Tawaf  Sunnah

Yaitu tawaf ketika memasuki Masjidil Haram sebagai penganti salat tahiyatul masjid tanpa berpakaian ihram dan sai. Dianjurkan memperbanyak tawaf ini karena keutamaannya. Tawaf sunat inilah yang dimaksud atau disebut Tawaf Tathawwu.

Tawaf Ifadah

Tawaf Ifadal disebut juga Tawaf Ziarah atau Tawaf Rukun. Tawaf Ifdal sendiri adalah salah satu rukun haji yang wajib dilaksanakan, apabila tidak melakukannya maka hajinya batal. Tawaf ini dilaksanakan setelah semua ibadah Haji telah diselesaikan yaitu ; melontar jumrah Aqabah, membayar dam serta Tahallul Akhir (Mencukur) kemudian disunatkan memakai wewangian setelah jama’ah tidak Ihram.

Tawaf wada

Jamaah yang akan meninggalkan Mekah diwajibkan melakukan tawaf wada tujuh putaran tanpa Sai sesudahnya. Wanita yang sedang haid tidak disunahkan tawaf wada.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here